Oke MMS Headline

Okemms | Oke MMS

Triks menyambut ACFTA

Written By Nyach on Minggu, 14 Maret 2010 | 15.13

Meskipu hidup di desa dan sebagai anggota Organisasi Kepemudaan yang ingin ikut makmur seperti yang lain perlu tahu tentang ACFTA.
Pemberlakukan perdagangan bebas yang disebut ASEAN-China Free Trade Agreement atau ACFTA yang dimulai per 1 Januari 2010 sebagai tantangan tersendiri bagi kita yang berada di Indonesia. Semua elemen bangsa harus berinovasi(berbenah) minimal kita tidak perlu memanjakan sikap cengeng sehingga seperti prajurit yang baru mendengar musuh mau datang sudah terkencing-kencing karena rasa takut yang teramat sangat.

Di kalangan UKM seyogyanya meningkatkan kualitas dan berinovasi sehingga mempunyai produk yang secara kualitas gak kalah dengan barang-barang dari Cina dan secara harga juga tidak kalah murah, kalau mereka bisa mengapa kita tidak? .  Bangsa Indonesia terlalu dinina bubukan oleh kesuburan (dulu) tanah dan berbagai SDA yang lain makanya berdasarkan catatan International Institute for Managemenet Development dalam World Competitiveness Yearbook 2006-2008, daya Indonesia merosot ke peringkat 52 dari 55 negara. Bahkan, versi World Economic Forum menyebutkan daya saing Indonesia berada di peringkat 54, lebih rendah dari Singapura, Malaysia, dan Thailand. Oleh karena itu Indonesia harus bangkit dari tidur , bangkit seperti dulu ketika sama-sama menghadapi penjajah (tantangan dari luar)

Penerapan ACFTA dikhawatirkan bakal menghancurkan industri nasional. Sebab, tarif bea masuk barang-barang dari Cina ke ASEAN, khususnya Indonesia menjadi nol persen. "Kondisi itu, akan mengancam industri kita karena produk Cina yang terkenal murah akan menjadi saingan terberat produk kita," kata pengamat ekonomi Faisal Basri. Dalam hal ini Pemerintah juga harus ikut campurtangan misalnya membuat standar nasional Indonesia  untuk setiap prodik dari luar negeri misanya : 

1.memberi persyaratan-persyaratan untuk barang yang bisa masuk ke Indonesia, misal tentang bahasa/label barang harus menggunakan bahasa Idonesia (itung-itung untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme), 
2. tentunya harus higienis kita masih ingat kasus makanan, susu dan lain-lain dari Cina yang diberi formalin, melamin

Penerapan ACFTA juga akan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. "Seperempat dari 30 juta tenaga kerja akan kehilangan lapangan kerja, yaitu 7,5 juta pekerja," ujar Djimanto, ketua Asosiasi Penguasa Indonesia.Apa yang disampaikan adalh sebuah prediksi, tetapi juga tidak boleh dikesampingkan begitu saja perlu persiapan. 

a. Lembaga pendidikan harus mampu menghantarkan para lulusannya yang militan dalam dunia kerja, mampu bekerja sesuai dengan bidangnya dan memunyai etos yang tinggi.
b. Para pelaku ekonomi makro dan mikro juga tidak boleh egois dalam pengambilan keuntungan, sehingga tenaga kerja siap untuk memenuhi permintaan masyarakat atau pelaku ekonomi(termasuk pedagang kecil). Kalau pedagang egois bisa terjadi para petani, nelayan dan sebagainya jadi loyo karena ongkos operasi lebih tinggi dari harga jual, sedangkan harga barangnya masih tinggi dipasaran. (jadi ingat kacang organik hasil teman-teman anggota organisasi) 

1 komentar:

Munir Ardi mengatakan...

pastilah mas meski sama kita tinggal didesa justru kitalah yang paling menderita karena industri ekonomi rakyat pasti kalah bersaing