Oke MMS Headline

Okemms | Oke MMS

FeedCount

Welcome Guys

Anti Virus Gratis

smadav antivirus indonesia

Click here to open Guest Book

cbox
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Mengenang kesenian Reyog yang unik di Kalipare

Written By Nyach on Rabu, 08 Mei 2013 | 19.04

Era tahun 80 an, di dusun Sukorejo desa Sukowilangan Kecamatan Kalipare terdapat group kesenian. Group kesenian ini diberinama reyog. Kesenian ini sempat menjadi primadona kesenian di dusun Sukorejo yang disebut pula dengan Rekesan.

Sering terdengar suara kendang bertalu-talu "tung tung    tung tung" ketika jam sembilan pagi , disaat group ini sedang berlatih di rumah mendiang kepala dusun yaitu Bapak Giron (almarhum). Cukup menjadi sarana hiburan warga setempat yang biasanya bekerja di kebun atau di kali menangkap ikan.

Kesenian reyog yang di maksud dimainkan oleh 6 sampai dengan 8 orang. Reyog ini unik, karena pemainnya itu sebagai penari, sekaligus pemusik. Masing-masing pemain berlenggak lenggok sambil membawa gendang. Pakaian yang dikenakan sangat mencolok, anehnya masing-masing pemain selalu memakai kacamata hitam, berkaos kaki panjang hampir mencapai lutut. Memakai celana ukuran tiga perempat dilengkapi kain kebaya yang dilipat setengah.
Penampilan group reyok dari dusun Sukorejo ini, terakhir terlihat saat perayaan HUT RI tahun 2012 di desa Sukowilangun. Sedangkan untuk latihan sudah tidak lagi terdengar seperti jaman dulu.

Menurut para orang tua di dusun setempat, asal usul kesenian ini adalah dari Ponorogo, karena Bapak Giron yang saat itu menjabat sebagai kepala dusun memang berasal dari Ponorogo.

Tapi sayang, group reyog ini sekarang cuma sebagai kenangan. Selain kesenian Reyog Sukorejo, ada lagi kesenian di Kalipare yang tinggal kenangan yaitu Kesenian drama madura "Kuntulan". Banyak kesenian di kabupaten Malang yang bisa dihidupkan kembali, jika kabupaten ini memang serius mau menjadikan Malang sebagai daerah wisata .

Sumber foto : Kalipare Media

19.04 | 26 komentar | Read More

Saya beri laba Rp. 50.000 "ayo ayo urunan semampunya, ambil rambutan sekehendaknya"

Written By Nyach on Selasa, 27 Desember 2011 | 21.59

Rambutan, buah yang berambut , isi deklamasi anak-anak TK seperti yang saya dengar di acara radio disetiap minggu pagi. Akhiran "an" dari kata itu yang membuat orang mendengar jadi membayangkan manisnya buah tersebut. 

Perjalanan dari Malang ke kabupaten Trenggalek jelas melewati kabupaten dan kota Blitar, di daerah ini terdapat banyak pohon-pohon rambutan yang bergelayut menopang buahnya. Buah rambutan yang berwarna merah membuat kami ber-keinginan merasakan nikmatnya rasa buah. Teman kami yang sedang mudik liburan di rumah orang tuanya di Blitar mengatakan :
"Rambutan sekarang murah hanya berharga Rp. 500,- sampai dengan Rp. 700,-" asalkan metik sendiri kemudian ditimbang. 
Teman yang lain menimpali dengan kata-kata, " bisa hanya seharga Rp. 200,- asal mau tapi belinya jam dua belas malam" hahahaha membuat seisi mobil bergelak menambah kegembiraan rombongan yang mau taziah dirumah keluarga rekan itu. 

Perjalanan pulang menuju Malang, dua mobil merapat di depan rumah yang terlihat banyak pedagang buah rambutan datang membawa sepeda motor yang penuh dengan bawaan rambutan dagangannya, ada pula yang selesai menurunkan rambutan bawaannya dan menerima uang hasil penjualan, ada pula yang baru menstarter motor dengan keranjang sudah kosong mau pulang.

Hampir semua penumpang dua mobil tersebut ikut turun dan tak lupa mencicipi buah rambutan yang kececeran di lantai atau memetik yang masih ada dibelakang sepeda motor dan belum diturunkan oleh pedagangnya. Beberapa teman melobi pedagang yang lagi sibuk mengadakan pembayaran, " berapa harga rambutan per 1 kilogramnya ?", salah satu teman melontarkan kalimat pembuka.
"Kalau beli banyak, harganya Rp. 3000,- /kg, " jawab pedagang sambil menoleh ke arah yang punya suara.
"kok sama dengan harga rambutan di pasar Kepanjen" jawab teman yang seorang ibu-ibu dan sering belanja ke pasar, sambil membalikkan badan menuju mobil dan diikuti oleh teman yang lain termasuk diriku. 

Perjalanan dilanjutkan dengan tanpa membawa rambutan, eeeeh di tengah perjalanan terlihat seseorang membonceng rambutan dikeranjang yang ditaruh di jok sepeda motor Honda 70, terlihat mobil rombongan kami yang ada di depan memepet orang tersebut dan terlihat tangan salah satu teman keluar melalui kaca jendela mobil berkomunikasi dengan pengendara sepeda tersebut. Tidak seberapa lama mobil depan itu menepi dan berhenti diikuti pedagang rambutan itu termasuk mobil yang saya tumpangi.

" Rambutannya mau dibawa kemana Kawan" langsung saja dicecar dengan kata-kata persahabatan bernada ingin membeli (hiks padahal nada itukan do re mi so la si do....)
" Ya dijual Pak," jawab lelaki setengah baya yang memakai kaos sambil mematikan mesin motornya.
"Berapa harganya " lanjut sipenawar.
"Tapi saya tidak membawa timbangan" sambil sedikit kebingungan, karena muka belakang tahu tahu banyak lelaki mendekat ke arahnya.
"semua saja harga borongan" sipenawar gak mempedulikan kebingungan pedagang.
"gak bisa" pedagang terlihat makin bingung di rona wajahnya.
"kenapa" desak sipenawar.
"gak tahu ukuran (yang dimaksud beratnya)" pedagang memberi alasan.
"sudah gini saja, Bapak membelinya berapa ?" penawar memberi solusi mengarah ke rambutan yang merah merah masih di atas sepeda.
"Saya beli Rp. 180.000 ", spontan jawaban itu oleh pedagang.
"sudah saya beri laba Rp. 20.000, jadi saya beli Rp. 200,000,- semua rambutannya" teman yang lain ikut menawar.
"Kalau laba segitu gak boleh" balas pedagang setengah berbisik.
"Bapak minta diberi laba berapa ?" penawar mempertegas
"Lima puluh ribu." jawab pedagang dengan mantabs.
"ya sudah Saya beri laba Rp. 50.000, jadi saya membayar Rp. 230.000,-" disambut penawar denga senyuman supermanisnya.

Jadilah sepeda motor itu ditepikan tepat di depan toko yang sedang tutup, diikuti oleh semua teman-teman, ada yang ikut membantu mendorong sepeda yang penuh dengan rambutan, kalau ditaksir bobot rambutannya lebih dari 1 kwintal itu. Saya nyeletuk "wahhhh beli rambutan termasuk bakule (pedagangnya)", " Iyo sak sepedae" balas teman yang lain, Pedagang itu senyum sambil memasang
"ayo ayo urunan semampunya, ambil rambutan sekehendaknya"

Susana benar-benar mengasyikan, sambil memilih rambutan di dalam keranjang . memang lagi musim rambutan sehingga harga RP. 3000,- /kg dirasa mahal.
21.59 | 15 komentar | Read More

Jalan lintas selatan (JLS) di kabupaten Malang

Written By Nyach on Sabtu, 26 Maret 2011 | 20.47

Mukhodimah : Setelah memamerkan budaya kesenian “shogukan” dalam postingan mereka tidak pantas dibunuh, saya menampilkan Jalan Lintas Selatan (JLS) yang berada di pesisir selatan Kabupaten Malang. Informasi jalan lintas selatan kabupaten malang ini diperoleh ketika saya jalan-jalan bersama rombangan teman-teman sekantor ke daerah kecamatan Sumbermanjingwetan Kabupaten Malang untuk mengantarkan salah satu teman sekantor pindah tugas.
(Photo : Rombongan berphotoria di Jembatan Bajol Mati terletak di kecamatan Gedangan Malang Selatan)

Jalan lintas selatan (JLS) di kabupaten Malang
Jalan Lintas Selatan Jawa Timur, Banyuwangi-Pacitan, dimana KabupatenMalang merupakan poros tengah sepanjang ±140 km dari total panjang jalan Lintas Selatan ± 650 KM. Tahun 2011 percepatan pembangunan konstruksi dan tahun 2013 direncanakan rampung. JLS akan menghubungkan Kab Malang ketimur Banyuwangi/Bali dan ke barat Pacitan/Jogjakarta ; keduanya merupakan pantai wisata utama Indonesia.

(Photo : Jembatan Bajol Mati terletak di kecamatan Gedangan Malang Selatan)

Jalan lintas selatan di pesisir selatan kabupaten Malang ini merupakan salah satu dari tiga infrastruktur yang mengungkit perekonomian kabupaten Malang, sedangkan dua infrastruktur yang lain adalah pembangunan jalan tol Surabaya – Malang - Kepanjen dan Bandara Abdul Rahman Saleh di Malang Timur. 



Optimalisasi daerah pesisir selatan kabupaten Malang yang merupakan renstra pemerintah kabupaten Malang ketika dipimpin oleh Ibnu Rubianto almarhum ini sangat menjadi harapan rakyat kabupaten Malang terutama Malang selatan. Karena di pesisir selatan kaupaten Malang terdapat pantai-pantai yang sangat elok dan masih perawan. Pantai-pantai dengan ciri khas gelombang yang mendebur dan kebanyakan berbentuk terjal banyak sekali, antara lain jika dirunut dari timur ke barat untuk 4 kecamatan saja yaitu pantai Tamban dan pantai Sendag Biru di kecamatan Sumbermanjingwetan, pantai Balekambang di kecamatan Bantur, pantai Kondang Iwak, pantai Mbanthol, pantai Ngliyep dan pantai Jonggring Saloko di kecamatan Donomulyo. Belum lagi pantai-pantai di timurnya yaitu yang terletak di kecamatan Dampit dan Tirtoyudo.

Jalan lintas selatan di pesisir selatan kabupaten Malang ini melintas di bibir pantai selatan yang diprediksi akan mengundang tumbuhnya sarana wisata di Malang selatan seperti penginapan atau sarana wisata yang lain, juga diharapkan menumbuhkan sektor ekonomi seperti perikanan, perkebunan dan perdagangan di wilayah Malang Selatan. Sebagai bukti harapan itu, di sebelah utara pantai Bajul Mati sudah ada tambak udang windu yang cukup luas dengan lahan yang di sewa dari penduduk setempat ,ungkap Drs Mujiar kepala sekolah SMA Dharma Wirawan Malang yang tinggal di sekita pesisir selatan ini.


Apabila Jalan Lintas Selata (JLS) di kabupaten Malang ini sudah jadi Anda bisa menyusurinya mulai dari Jogjakarta dan menuju ke Bali dan singgal di Malang selatan dengan memanjakan mata untuk melihat-lihat pemandangan pantai sekaligus berbaur di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) di pantai Sendang Biru. Anda juga bisa menghilangkan kepenatan perjalanan dengan singgah di pantai-pantai Malang selatan dengan bermain-main di atas putihnya pasir pantai selatan sekaligus mendengarkan alunan deburan ombak laut selatan yang mendayu dan sesekali menggelegar.


Menurut Renstra Bina Marga kabupaten Malang , Jalan lintas selatan (JLS) ini merupakan program pusat, sedangkan daerah kabupaten Malang akan menyelesaikan jalan sirip JLS di akhir tahun 2011 ini.


Akhiru kalam : Setiap pengembangan daerah disamping dampak positif juga timbul dampak negatif, semoga dampak negatif yang timbul dari pembangunan jalan lintas selatan (JLS) di kabupaten Malang ini minimal. Mudah-mudahan pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) ini cepat selesai dan membuka peluang kerja bagi kami di Malang Selatan.Pengaspalan yang masih terhenti di daerah kecamatan Gedangan bisa terus berlanjut sampai ke perbatasan kabupaten Malang dengan kabupaten Blitar yaitu tepatnya di arah tenggara kecamatan Donomulyo



Tautan :
1. BPPD Kabupaten Malang
2. Renstra Dinas Bina Marga Kabupaten Malang
20.47 | 26 komentar | Read More

Mereka tidak pantas dibunuh !!!!!!!

Written By Nyach on Minggu, 20 Maret 2011 | 07.47

Mukodimah :


setelah membalas komennt di postingan video payudara maut, ular mati setelah menggigitnya dan pemakain silicon dan kerugiannya muncul ide setelah melihat berita di TV sangat mendebarkan hati, teror bom melanda negeri ini ,kegundahan dan kepanikan tercipta termasuk yang melihat TV. Bom buku yang pertamakali muncul dan membawa korban menimbulkan kecurigaan dimana-mana terhadap paketan misterius atau bungkusan hitam, atau apalah yang biasanya tidak diperhatikan sekarang harus diwaspadai.  Mereka pantas dibunuh merupakan judul buku yang digunakan meletakkan bom dan pernah muncul setelah penyerangan pos-pos polisi sekitar tahun 2009 . Mau nulis tentang bom saya kira tidak ngemeet denga tema blogg Nyach's and Company MMS jadinya saya nulis saja sebagai pesan kepada pembaca tentang kebudayaan di Malang selatan tempat tumpah darahku/tempat kelahiranku juga budaya di daerah yang pernah sebagai tempat merantauku di Sulawesi Selatan.

Mereka tidak pantas dibunuh !!!!!!!  by http://okemms.blogspot.com 
Budaya "SOGUKAN" di Malang selatan.
Malang selatan yang terdiri dari berbagai kecamatan ini mempunyai kebudayaan yang disebut "SOGUKAN" yang sering ikut meramaikan acara2 peringatan HBI (Hari Besar Islam) atau HBN(Hari besar Nasional) . Sogukan berawal dari hajatan penduduk untuk menyambut tamu-tamu undangan yang hadir memberi do'a restu dan sumbangan yang tidak sedikit. Sumbangan itu berupa uang yang mencapai jumlah jutaan rupiah atau berupa barang berharga seperti kendaraan sepeda motor atau mobil atau berupa hewan peliharaan sperti sapi dan sebagainya.

SOGUKAN juga digunakan untuk menyambut kehadiran pejabat negara yang berkunjung ke suatu daerah di Malang Selatan seperti Kalipare, Pagak, Donomulyo, Bantur atau lainnya .
Kehadiran pejabat jika disambut dengan sogukan maka acara kelihatan sangat meriah. Apalagi jika keberadaan sogukan dikombinasi dengan yang lain, seperti tampilan ular sanca yang dipakai selendang/kalung oleh salah satu sakerawati seperti acara penyambutan Bapak Bupati Rendra Krisna (Bupati Malang) di Kecamatan Pagak 2 Minggu yang lalu. Dan semakin mengesankan ketika ular sanca ini dikalungkan kepada Bapak Kapolsek Pagak.


Sogukan merupakan budaya yang dilestarikan oleh kawan-kawan yang bersal dari suku Madura. Banyak yang menyebut sogukan ini dengan nama sakera. 
Sakera adalah seorang tokoh di Madura yang melegendaris di suku Madura dicerita keperkasaannya dalam membela harga diri keluarga yang dikenal dengan istilah carok. Semboyan yang muncul dari legenda sakera ini adalah "Tembeng pote mata angorah  pote tollang (translatte : daripada putih mati sebih baik putih tulang) yang artinya daripada hidup malu lebih baik mati.

Terlihat juga dari pakaian yang dikenakan oleh barisan Sogukan yaitu pakaian adat suku Madura yang sekaligus diangkat sebagai pakaian daerah Jawa Timur.







Mereka tidak pantas dibunuh !!!!!!!  by http://okemms.blogspot.com 
Budaya "RAMBU SOLO'" di Tator Sulawesi  Selatan.
Meskipun hanya 3 tahun saya merantau di Sulawesi Selatan tepatnya di daerah Tator/Tana Toraja ,saya sangat ingat dengan budaya daerah ini, yaitu upacara kematian yang disebut Rambu Solo'. Acara yang tidak pernah saya jumpai di Tanah Jawa, dan merupakan acara yang sangat mewah dipandang dari segi pendanaan.

Pesta adat Rambu Solo yang menjadi budaya orang Tator ini membuat saya harus menghadiri walaupun saya harus membawa bekal makanan sendiri karena secara agama gak boleh mengkonsumsi dari hasil persembahan.


Pesta kematian (Rambu Solo) digelar anggota keluarga di Tator merupakan acara yang lama dan mahal, lama persiapannya juga lama pelaksanaannya. Ada acara yang digelar selama 15 hari dan menelan biaya sedikitnya Rp3,5 miliar.  Acara ini dilaksanakan dengan lengkap sesuai adat karena akan menyembelih 108 ekor kerbau. Ada ratusan kerbau dari 17 jenis, mulai dari lotong boko', saleko, bonga tenge', bonga tua, tekken langi', ta'bu sura', sokko', balian pampang lalan, dan jenis lainnya yang jarang ditemukan di luar Toraja.

Bagaimana tidak memerlukan dana yang besar kalau kerbau ta'bu sura' yang paling mahal senilai Rp270 juta. Ada juga kerbau saleko seharga 195 juta dan kerbau bertanduk 1,3 meter seharga Rp160 juta. Selain itu juga ada hewan sembelihan lainnya seperti kuda hitam, kuda putih, kijang, anoa, dan ratusan babi.

Tujuan Rambu Solo juga untuk melestarikan adat istiadat Toraja serta mendukung promosi pariwisata Toraja. Ini juga bagian dari penghormatan terakhir segenap anak-cucu kepada almarhumah. 


Ada acara-acara yang menjadi tontonan seperti pasilaga tedong ( mengadu kerbau) dan salah satu yang  menjadi tontonan khusus dalam Rambu Solo , adalah batu simbuang (tempat menambatkan kerbau) yang akan ditarik warga ke lokasi acara (Rante) di Lembang Deri, kecamatan Sesean, Toraja Utara. Simbuang itu berukuran 12 meter dan merupakan simbuang terbesar yang pernah ada dalam upacara Rambu Solo' di Toraja ini  ada di acara rambu solo' Nenek Tapu' Deri Kecamatan Sesean..

Acara yang seharusnya di laksanakan pada Oktober lalu ini diputuskan ditunda ke Desember sebagai bentuk sumbangsih bagi pengembangan pariwisata Toraja, khususnya Lovely December.

Akhiru kalam :  
Mereka tidak pantas dibunuh !!!!!!!  by http://okemms.blogspot.com 
Masih banyak budaya Indonesia yang perlu kita lestarikan keberadaannya, tidak pantas kalau dibunuh atau dihapus dari negeri ini.
07.47 | 27 komentar | Read More

Bencana banjir memunculkan obyek wisata baru di Malang selatan.

Written By Nyach on Sabtu, 12 Maret 2011 | 13.00

Bencana banjir memunculkan obyek wisata baru di Malang selatan.
( www.okemms.blogspot.com )
Bencana bajir memunculkan obyek wisata baru terjadi di dusun krajan desa Tumpakrejo Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang, tepatnya  32 km  ke arah tenggara dari ibu kota Kabupaten Malang (Kepanjen). Obyek wisata baru ini oleh penduduk setempat disebut luweng. Luweng adalah kubangan air yang agak dalam dibandingkan permukaan , luweng ini keberadaannya sudah lama sekali, dan merupakan tempat berkumpulnya air dari segala penjuru di sekitar desa. Menurut orang-orang tua disekitarnya, dulu di tengah luweng ada pohon kelapa yang tumbuh tegak sudah beberapa tahun, kemudian suatu saat pohon kelapa itu tenggelam dilumpur luweng sampai tidak kelihatan . Tahun berapa ini terjadi orang tersebut tidak mengingatnya.

Musibah banjir terjadi setiap musim penghujan, perlu diketahui disekitar luweng ini merupakan persawahan penduduk di sekitarnya tetapi kalau musim penghujan air dari semua selokan atau sungai disekitarnya berkumpul sehingga areal tanah tersebut tenggelam. Bajir yang paling besar terjadi dua kali selama ini, yaitu sekitar tahun 1940 dan pada bulan Desember 2010 kemarin. Dikatakan paling besar karena lebih dari biasanya sampai menggenangi rumah-rumah disebelah utaranya, sedangkan biasanya hanya sampai menggenangi jalan poros Donomulyo – Kalipare.



Banjir yang terjadi di bulan Desember 2010 yang lalu sempat ditayangkan oleh televisi nasional, yang menimbulkan berbagai pertanyaan “ kok bisa mengalami kebanjiran padahal Tumpakrejo berada di daerah puncak gunung Kendeng yang berbukit-bukit” dari orang-orang yang pernah atau mempunyai teman di Kalipare. Minimal menanyakan keadaan temannya yang di Kalipare oleh adanya banjir yang dia ketahui dari tayangan televisi nasional. Tayangan telivisi ini menimbulkan upaya dari pemerintah melalui TNI(Tentara Nasional Indonesia) dengan membuat jalur pembuangan air disebelah timur laut dari luweng.




Sejak bulan Desember 2010 air tidak bisa susut seperti sebelumnya dikarenakan tempat rembesan yang secara alamiah sebagai pembuangan sudah tersumbat sehingga semua area persawahan tergenang air. Genangan air yang ada mirip dengan danau dan banyak ikan air tawar hidup di dalamnya. Darimana asalnya ikan tersebut ???. Ikan yang paling banyak adalah ikan lele dumbo dan beberapa ikan yang biasa hidup di sawah. Ikan lele berasal dari klam-kolam ikan lele yang dipelihara warga lepas karena banjir melanda di bulan Desember tersebut. Keberadaan ikan di luweng tersebut  menyebabkan  daerah itu sebagai wisata pemancingan oleh warga sekitar, pemancing yang mengumbar hoby ditempat tersebut tidak hanya berasal dari desa Tumpakrejo tetapi juga berasal dari kecamatan lain.
Adanya aktifitas maka mengundang orang untuk menyediakan kebutuhan, terutama kebutuhan konsumsi berupa ajang bisnis makanan.  Bermula dari aktifitas penggalian tanah untuk “sudetan” kemudian dilanjutkan aktifitas wisata pemancingan. Warung di tepi jalan disebelah luweng mendukung ramainya tempat ini. Satu warung berada tepat di sebelah timur luweng, sedang yang satunya tepat disebelah timur sudetan yang dibuat oleh TNI.







Ada juga fasilitas kebutuhan konsumsi yang berada 0,5 km disebelah yang menyediakan minuman dan roti kabar, mie rebus.



Dari tempat minum kopi dan semcamnya ini pengunjung dapat memanjakan mata dengan pemandangan yang suegerrrr 
Untuk menuju daerah wisata baru ini dari kota Malang atau dari kota Blitar harus menuju bendungan Karangkates sambil beristirahat Anda bisa menikmati pemandangan wisata bendungan Karangkates sekaligus menikmati kulinernya, kemudian menuruskan perjalanan dari Karangkates menuju luweng Tumpakrejo .



13.00 | 24 komentar | Read More

Kain Bathik Penyebab Hujan Badai

Written By Nyach on Kamis, 03 Februari 2011 | 23.24

 Bathik sebagai budaya bangsa pernah mau diaku oleh bangsa lain, bangsa indonesia mengenal bathik sejak dahulu, bahkan dilegenda jawa, kayak nyai Roro Kidul memakai kain bathik dan masih banyak lagi seperti yang dipakai oleh tokoh-tokoh jaman dahulu di seni budaya kethoprak. Bercerita tentang bathik ada hal mestis di desa Arjowilangun Kalipare mengenai Bathik.

Arjowilangun adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Kalipare kabupaten Malang, tepatnya terletak di sebelah Selatan daerah wisata bendungan Karangkates. Topografi daerah ini adalah,
sebelah Utara      dibatasi oleh sungai Brantas,
sebelah Timur      dibatasi oleh Hutan yang masuk wilayah desa Sukowilangun Kalipare
sebelah Selatan    dibatasi oleh desa Tumpakrejo Kalipare
sebelah Tenggara dibatasi oleh desa Arjosari Kalipare
sebelah Barat       dibatasi oleh hutan Singkil wilayah desa Kalirejo
Desa Arjowilangun dalam peta wilayah Kec. Kalipare sebagai berikut.

Suatu tempat mempunyai adat istiadat tersendiri, begitu juga desa Arjowilangun. Ketika ada hajatan di salah satu warga desa Arjowilangun, terjadi hujan badai yang sangat menakutkan warga desa. Dikala hujan masih belom reda , terjadi kusak kususk mengarah kepada seorang saudara yang saat itu sebagai byodo (sanak saudara yang dimintai bantuan tenaga istilah jawa byodo-sinoman), kemudian yang punya hajat mengajak bicara secara baik-baik kepada orang yang menjadi bahan pembicaraan. Sebagai orang yang bukan warga desa, dia tidak tahu tentang apa yang menjadi kusak-kusuk sesama byodo sinoman, baru tahu setelah di panggil si punya hajat dan disuruh ganti pakain, kebetulan saat itu ibu ini memakai kain berbathik barong cantel dan baju hijau.
 
(Bathik yang dimaksud seperti ini tetapi yang berwarna hijau)

 Dari kejadian itu , benarkah Baju hijau dan kain bathik liris barong cantel yang menyebabkan terjadinya hujan badai di Desa itu ???. Menurut kuncen (Juru Kunci benda peninggalan desa) , kain bathik barong cantel dan dipadu dengan baju hijau adalah pakaian sang babat desa yang terkenal dengan nama mBah Loco atau nama aslinya Sukoco dan Sukesi. Tokoh desa yang diyakini oleh warga desa mempunyai kemampuan dalam menjaga wilayah desa dari orang yang berniat jahat ini, sampai sekarang di gambarkan dalam bentuk boneka kayu. Boneka kayu ini disebut "leyang leyong" karena ketika ada upacara bersih desa Arjowilangun , boneka ini dikirap keliling desa dengan cara digendong sehingga berleyongan boneka itu berdiri.
23.24 | 12 komentar | Read More

Manusia-manusia di atas air waduk bendungan Karangkates (Photo)

Written By Nyach on Kamis, 20 Januari 2011 | 00.27


oleh : Nyach

Sebagian tampilan manusia-manusia di atas air :

(Refreshing mengumbar hoby)

(jasa penyeberangan)

(pemeliharaan ikan air tawar)

(Air tenang sebagai curahan ide)

 (Jaring terbentang, rizqy menghadang)

 (Ikan terkapar sebagai obat lapar)

00.27 | 9 komentar | Read More

Indonesia membutuhkan Irfan Bachdim

Written By Nyach on Minggu, 02 Januari 2011 | 14.15

Pasca piala AFF yang ditandai dengan pertandingan final kedua di kandang team Garuda Indonesia Rabu, 26 Desember 2010 antara Timnas dan Tim Malasia dengan hasil akhir 4 : 2 tidak menyebabkan para pendukung bola tanah air menyusutkan dukungannya. Pernyataan bangga dengan timnas disampaikan diberbagai situs jejaring sosial seperti facebook, twitter atau yang lainnya.

Pernyataan dukungan terus mengalir meskipun sudah purna laga AFF seperti " Saya bangga dengan timnas karena permainan yang sangat cantik di pertandingan leg ke 2 ". "Bangga dengan timnas yang memiliki suporter bermoral " dan lain sebagainya.

Irfan Bachdim pemain berusia 20 tahun asal club persema selepas permainannya yang memukau masyarakat persepak bolaan tanah air di ajang AFF 2010 menurut Jawa Pos Minggu, 2 Januari 2011 halaman 20 akan di depak dari timnas oleh PSSI jika tetap membela PERSEMA Malang. Hal ini dikarenakan PERSEMA Malang merupakan salah satu club dari 15 club yang gabung dengan LPI (Liga Primer Indonesia) sesuai siaran pers LPI saat dekalarasi pada Jumat, 18 September 2010. (dalam LPI Revolusi Sepak Bola Nasional)

Fans striker timnas Indonesia Irfan Bachdim boleh merasa lega seperti yang ter tulis dalam berita bola mania di harian Republika, bahwa striker timnas dari Malang ini tidak akan hengkang ke luar negeri. Tetapi sehabis membela timnas Irfan Bachdim dikawatirkan pindah club karena belum cepat kembali ke club PERSEMA Malang.

Gonjang ganjing di coretnya Irfan dari timnas terjawab sudah melalui pernyataan pelatih timnas Alfred Riedl yang akan memanggil Irfan dalam timnya dalam persiapan laga pra Olimpiade 2012 London. Pendukung Irfan yang jelas tidak sedikit, sedangkan di era baru Indonesia akar rumput mempunyai suara yang kuat dalam persepak bolaan tanah air. Siapa yang sanggup mendanai jika tidak ada penonton , sedangkan penonton inilah akar rumput itu. Teriakan yel yel dan segala atributnya sangat menambah derasnya anemo masyarakat terhadap bola di tanah air. Akar rumput sangat tidak suka dengan pola diskriminasi (ingat kasus cicak vs buaya jadinya gimana ??)

Indonesia butuh Irfan Bachdim bukan sebaliknya, kalau dikaitkan dengan keberadaan LPI jelas hal ini sangat berbau kepentingan dalam keputusan terhadap Irfan Bachdim di coret atau tidak dalam sekuat timnas Indonesia. Irfan Bachdim juga berpikir bahwa merumput di lapangan bola tanah air punya prospek, dengan ancaman depak dari timnas Irfan sendiri menyerahkan kepada PSSI seperti yang di ungkapkan dalam twitternya.

Keberadaan LPI, meskipun belum terlaksana jelas diharapkan membenahi persepakbolaan tanah air , sekaligus mengancam keberadaan pengurus PSSI . seperti ungkapan admin Goyang Karawang. Sebagai salah satu obyek wisata , sepak bola di Indonesia masih sangat membutuhkan penanganan yang serius. Sepak bola Indonesia sudah memiliki kekuatan, minimal telah punya suporter yang dengan rela antri sampai tiga hari untuk mendapatkan tiket masuk menyaksikan laga final AFF leg ke 2 di SBK,  tentunya dengan perasaan jengkel yang bercampur baur dengan keringat karena harus desak-desakan dengan sesamanya.

Pengaturan penjualan tiket itu sangat memalukan, sehingga leg ke 2 oleh Malaysia ditawarkan untuk diadakan di stadion Bukit Jalil. Juga merupakan salah satu penyebab timbulnya pemikiran untuk mengganti pengurus PSSI seperti dalam PSSI perlu sosok pemimpin baru.

Gambar : di comot di sini
14.15 | 0 komentar | Read More

Tempat Wisata Malang ( bagian I )

Written By Nyach on Selasa, 28 Desember 2010 | 22.06

Malang raya terbagi menjadi tiga daerah daerah, yaitu Kabupaten Malang, Kota Madya Malang dan Kota Madya Batu. Kabupaten Malang yang terdiri dari 33 kecamatan ini kaya tentang tempat wisata , hanya saja yang dikenal masih sangat terbatas.


Kabupaten Malang merupakan kelanjutan dari kerajaanSingosari ini mempunyai tempat wisata sejarah yang sangat banyak seperti candi, sendang, dan bekas kerajaan Singosari. Hari jadi kabupaten malang didasarkan pada prasasti Dinoyo yang menyebutkan peresmian tempat suci yang jatuh pada hari Jumat legi tanggal  1 Margasirsa 682 saka atau dalam tahun kabisat adalah tanggal 28 Nopember 760 M.
  1. Candi Kidal terletak di dusun Kidal desa Kambingan kecamatan Tumpang
  2. Candi Jago terletak di dusun njago Kecamatan Tumpang
  3. Candi Singosari di Kecamatan Singosari
  4. Candi Mendut di Kodya Malang
  5. Candi Sumberawan di dusun Sumberawan Desa Toyomarto
  6. Candi Songgoriti 
  7. Patung (bhs Jawa : Reco) Gajah di sebelah utara bendungan Karangkates
  8.  dll
Kabupaten Malang yang secara geografis terletak pada 112 035`10090`` sampai 122``57`00`` Bujur Timur 7044`55011`` sampai 8026`35045`` Lintang Selatan merupakan daerah yang bergunung-gunung , sehingga banyak wisata gunung, coban (bhs jawa : air terjun) baik yang sudah dikenal atau yang masih tersembunyi .
  1. Gunung Bromodengan suyku Tenggernya
  2. Gunung Semeru dengan puncak Mahamerunya
  3. Gunung Kawi dengan wisata rohani pesarean mbah Imam Sujono
  4. Gunung Arjuno terletak di barat laut kota Malang.
  5. Coban Rondo
  6. Coban Pelangi
  7. Coban Glothak
  8. dll.
 Kabupaten Malang yang merupakan daerah kabupaten terluas nomor dua di Jawa Timur setelah kabupaten Banyuwangi ini mempunyai batas selatan dengan samudra Hindia/Indonesia sehingga mempunyai banyak wisata pantai, sampai saat ini masih hanya sedikit yang sempat dikenal oleh orang luar daerah atau orang Malang sendiri. Wisata pantai yang sudah dikenal antara lain :
  1. Pantai Ngliyep di kecamatan Donomulyo
  2. Pantai Balekambang di kecamatan Bantur
  3. Pantai Bajul Mati di kecamatan Gedangan
  4. Pantai Sendangbiru di kecamatan Sumbermanjingwetan
Sedangkan wisata pantai yang keindahannya sangat menawan karena tidak kalah dengan keindahan pantai yang sudah dikenal diatas sangat banyak, contoh dikecamatan Donomulyo saja ada 3 pantai yang perlu perhatian serius agar memudahkan wisata untuk berkunjung, yaitu :
  1. Pantai Jonggring Saloko yang terletak disebelah barat pantai Ngliyep
  2. Pantai Mbanthol yang terletak disebelah timur pantai Ngliyep.
  3. Pantai Kondang Merak disebelah timur pantai mBanthol
  4. Pantai kondang Iwak disebelah barat pantai Sendangbiru.
Sedangkan pantai yang keindahannya tdak mengalahkan pantai tersebut di atas sudah menadapat perhatian dari pemerintah kabupaten Blitar yaitu pantai Modangan. Pemerintah kabupaten Malang memiliki aset wisata pantai yang sangat indah dan tentunya akan mampu menambah inkam daerah dikelak kemudian hari.
    22.06 | 5 komentar | Read More

    Panorama Rajekwesi

    Written By Nyach on Sabtu, 25 Desember 2010 | 22.00

    Rajekwesi adalah sebuah nama jurang yang terletak di perbatasan desa Kalipare dan desa Putukrejo tetapi masih masuk wilayah Kecamatan Kalipare. Jurang yang terletak di lereng pegunungan kapur Malang selatan ini mempunyai ketinggian kurang dari 500 dpl. Disebut rajekwesi karena jurang tersebut menggunakan penghalang (bhs jawa = Rajek ) dari besi.

    Rajekwesi berada di wilayah kecamatan kalipare, kalau diperhatikan dipeta seperti berikut :


    Lihat Peta Lebih Besar

    Dari ketinggian 500 dpl ini kita dapat melihat panorama yang terletak diarah utara adalah hamparan kehijauan (diwaktu musim tanam) dan gemerlapnya permukaan air di waduk Karangkates yang membentang mulai dari timur daerah Sengguruh sampai kebarat yaitu bendungan Karangkates. Pemandangan yang terdiri dari sawah dan ladang yang terlihat dikejauhan yang dipisahkan oleh hamparan perkampungan di desa-desa yang berada pada wilayah kecamatan Kalipare menambah menawan. Keadaan seperti ini sangat cocok apabila digunakan sebagai tempat istirahat ketika mengadakan perjalanan dari wisata pantai selatan ke wisata bendungan Karangkates meskipun dalam waktu yang sebentar.
    Keterangan :
    Waktu pengambilan gambar  ketika musim kemarau 2009
    Diambil dari arah selatan obyek yang merupakan jalan raya kabupaten (wisata bendungan Karangkates menuju wisata pantai Ngliyep).
    Posisi pengambilan gambar  sekitar 200 m disebelah barat dari Rajekwesi

    Untuk menjadikan tempat ini sebagai tempat singgah perjalanan diperlukan banyak fasilitas pendukung yang memadai, begitu juga gak kalah pentingnya adalah jaminan keamanan  , mengingat tempat ini jauh dari perkampungan penduduk. Tempat ini berjarak 1 km dari rumah terakhir yang terletak di desa Tumpakrejo Kalipare.

    Rajekwesi berada di lereng Gunung Kendeng yang berjarak sekitar 45 km dari kota Malang dengan rute perjalanan ditunjukkan dalam peta berikut :

    Sumber : google maps 

    Gunung Kendeng berjarak tempuh sekitar 3 km dari pusat ibu kota kecamatan Kalipare atau 11 km dari wisata bendungan Karangkates. Material daerah ini terdiri dari batu kapur dengan permukaan yang berbukit-bukit milik perhutani yang sebelum tahun 2008 penuh dengan tanaman jati dengan umur puluhan tahun. Sekarang disekitar Rajekwesi merupakan tanah yang ditanami bermacam-macam tanaman diatas bebatuan yang dilapisi dengan tanah dipermukaannya.

    Jika Anda berdiri di tempat ini, akan terpampang kokohnya gunung Kawi di seberang utara yang melewati lembah di bawahnya, inilah salah satu tempat wisata masa depan derah kabupaten Malang, seiring dengan ibu kota kabupaten Malang yang dipindah semakain mendekati tempat ini yaitu ke kota Kepanjen. Apalagi kalau tempat ini digunakan sebagai perumahan mewah oleh pihak perhutani maka akan menjadi daerah yang asri seperti Tretes di Prigen Pasuruan.
    22.00 | 8 komentar | Read More