Arjowilangun adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Kalipare kabupaten Malang, tepatnya terletak di sebelah Selatan daerah wisata bendungan Karangkates. Topografi daerah ini adalah,
sebelah Utara dibatasi oleh sungai Brantas,
sebelah Timur dibatasi oleh Hutan yang masuk wilayah desa Sukowilangun Kalipare
sebelah Selatan dibatasi oleh desa Tumpakrejo Kalipare
sebelah Tenggara dibatasi oleh desa Arjosari Kalipare
sebelah Barat dibatasi oleh hutan Singkil wilayah desa Kalirejo
Desa Arjowilangun dalam peta wilayah Kec. Kalipare sebagai berikut.
Suatu tempat mempunyai adat istiadat tersendiri, begitu juga desa Arjowilangun. Ketika ada hajatan di salah satu warga desa Arjowilangun, terjadi hujan badai yang sangat menakutkan warga desa. Dikala hujan masih belom reda , terjadi kusak kususk mengarah kepada seorang saudara yang saat itu sebagai byodo (sanak saudara yang dimintai bantuan tenaga istilah jawa byodo-sinoman), kemudian yang punya hajat mengajak bicara secara baik-baik kepada orang yang menjadi bahan pembicaraan. Sebagai orang yang bukan warga desa, dia tidak tahu tentang apa yang menjadi kusak-kusuk sesama byodo sinoman, baru tahu setelah di panggil si punya hajat dan disuruh ganti pakain, kebetulan saat itu ibu ini memakai kain berbathik barong cantel dan baju hijau.

(Bathik yang dimaksud seperti ini tetapi yang berwarna hijau)
Dari kejadian itu , benarkah Baju hijau dan kain bathik liris barong cantel yang menyebabkan terjadinya hujan badai di Desa itu ???. Menurut kuncen (Juru Kunci benda peninggalan desa) , kain bathik barong cantel dan dipadu dengan baju hijau adalah pakaian sang babat desa yang terkenal dengan nama mBah Loco atau nama aslinya Sukoco dan Sukesi. Tokoh desa yang diyakini oleh warga desa mempunyai kemampuan dalam menjaga wilayah desa dari orang yang berniat jahat ini, sampai sekarang di gambarkan dalam bentuk boneka kayu. Boneka kayu ini disebut "leyang leyong" karena ketika ada upacara bersih desa Arjowilangun , boneka ini dikirap keliling desa dengan cara digendong sehingga berleyongan boneka itu berdiri.
12 komentar:
Di desaku juga ada cerita kalo diadakan pertunjukkan wayang selalu hujan badai, maka tak pernah ada wayangan.
Mas Muhamad @ dimana desanya, memang lain daerah lain adatnya
oo ada kaitannya dg batik toh
begitu kaya budaya kita dengan keppercayaan leluhur seperti ini
waduh masa sih gara-gara batik? *bingung*
positif saja lah, mang kondisi cuaca lagi g menentu kok pakai nyalahin batik segala Penyebab Hujan Badai
jadi bingung mas apa bener gitu ya
lain lubuk lain belalang
lain daerah lain budaya dan kepercayaan
biasanya orangbaru harus mengetahui adat kebiasaan suatu daerah
ini kejawen yah?
maaf gak ngerti.
bathik ama batik beda ya?
berkunjung pagi pak belum update nih
By radiance skin pack. Saya baru tahu kalo bathik ama batik berbeda ya?
Posting Komentar