Oke MMS Headline

Okemms | Oke MMS

Apa penyebabnya anak bengal atau tidak menurut pada orang tua

Written By Nyach on Selasa, 29 Maret 2011 | 05.48

Mukodimah : Dalam pertemuan Organisasi Kepemudaan MMS baru-baru ini, diselipkan materi tentang pendidikan anak sebagai resep dalam pendidikan anak oleh para orang tua anggota organisasi MMS, Saya sampaikan tentang hasil analisis terhadap beberapa kasus anak bengal atau anak tidak menurut pada orang tua atau aturan di sekolah, bahkan aturan hukum . Contoh-contohnya adalah  yang terjadi pada tetangga atau anak sekolah dan ortunya, tentu tidak menyebut nama anak ataupun nama orang tuanya. 


Anak ketika menginjak masa SMA, dimana dia sudah mempunyai pemikiran yang mulai meninggalkan rasa takut terhadap sesuatu yang ketika masa kecil masih sangat tidak dijumpai. Banyak anak-anak ketka masih kecil menurut atau patuh kepada orang tua (ortu) tetapi mada masa SMA dan seterusnya mereka cenderung acuh terhadap peraturan dan perintah orang tua.
Apa penyebab anak bengal tidak menurut ??

Apa penyebabnya anak bengal atau tidak menurut pada orang tua ??
Hasil analisis yang saya lakukan secara pribadi terhadap 4 kasus yang terjadi , yaitu :
1 kasus dikalangan keluarga dekat (saya), 
2 kasus di sekolah dan 
1 kasus terjadi di masyarakat.
Paparan kasus :
  • 1 kasus dikalangan keluarga (saya), keluarga ini mempunyai tiga orang anak 2 perempuan dan 1 laki laki, anak yang sulung perempuan sekarang sudah berstatus janda dengan dua anak dari perkawinan siri dengan lelaki yang tidak disetujui ortu (karena sudah beristri dan maaf hanya berkaki satu). Perpisahan keluarga anak sulung ini disebabkan lelaki suaminya menghamili wanita lain. Anak yang kedua perempuan masih single dan berpacaran dengan lelaki yang tidak disetujui oleh orang tua. Anak bungsu adalah lelaki yang masih kelas 12 SMA, dan sudah merokok , sering dipanggil guru karena jarang sekali masuk sekolah, padahal tiap hari berangkat dari rumah. Orang tua dari ketiga bersaudara ini terutama si ibu tidak bisa menahan amarah apabila menjumpai anaknya dirasakan tidak sesuai dengan kehendaknya, langsung cas cis cus bawellah pokoknya. " Saya tidak bisa sabar kalau melihat anak-anak salah" katanya saat saya menyinggung kenapa ketiga anaknya begitu semua.
Apa penyebabnya anak bengal atau tidak menurut pada orang tua ??
  • 2 kasus di sekolah 
Satu kasus tentang anak yang selalu melanggar tatib siswa disekolah mulai seragam sekolah yang harus ditegur dahulu agar rapi dan sesuai peraturan, suka terlambat datang kesekolah, sering mbolos(pulang sebelum waktunya), suka tidak mengerjakan tugas. Sering ibu anak ini (bapaknya sudah tiada sejak anak masih kecil) dipanggil ke sekolah untuk gelar kasus siswa, dari cara menanyai dan menasehati putranya si ibu kelihatan cerewet dan terkesan seperti mensehati anak kecil, padahal putranya sudah SMA.

Satu kasus lagi disekolah yang lain, tetang anak/siswa yang selalu tidak memperhatikan pelajaran, seragam sekolah tidak pernah sesuai aturan dan tidak rapi, tidak pernah menuruti nasehat guru. Terkesan hanya pura-pura nurut karena takut. Anak ini sangat takut sama orang tuanya terutama bapak , karena dia sudah sering kena tampar dari sang bapak kalau bersalah.

Apa penyebabnya anak bengal atau tidak menurut pada orang tua ??
  •  1 kasus terjadi di masyarakat.
Ada keluarga yang anak-anaknya suka sekali mengambil milik orang lain. Kasus yang paling heboh adalah si bungsu mengambil suami dari kakaknya sendiri. Keluarga ini sangat sabar dan selalu membela putra putri dikala mereka masih kecil, bahkan sampai remaja. Sering terjadi orang tua ini mengatakan "Sama-sama punya anak, seharusnya ikut merasakan" dikala putranya ketahuan pemiliknya disaat mengambil barang dan diaporkan keperangkat desa setempat.


Apa penyebabnya anak bengal atau tidak menurut pada orang tua ??
Tidak bermaksud menyalahkan orang tua dalam mendidik putra-putrinya, paparan contoh kasus di atas hanya sebagian saja dari penyebab bengalnya anak, penyebab yang lain tentu tidak sesederhana itu.


Akhiru Kalam 
Sesuatu yang keterlaluan tidak baik akibatnya, yang disarankan adalah sesuai porsi. Usaha diwajibkan sedangkan hasil ditaqdirkan. Pola pendidikan anak tentu beda antara keluarga satu dengan yang lain, paparan kasus ini semoga berarti


Amin

    8 komentar:

    Arief Bayoe Sapoetra mengatakan...

    salah satu faktor lagi bisa dari teman mas..... soalnya pertemanan sekarang aduh sungguh menjadikan tantangan terberat bagi orang tua sekarang....

    Nyach mengatakan...

    @Arief Bayoe Sapoetra : Betul itu mas, yang diatas itu sebagian saja dari faktor yang ada.

    Aina mengatakan...

    hmmm, miris ya...

    Nurul Imam mengatakan...

    Saya jadi malu nih... soalnya mungkin saya bengal ama orang tua

    catatan kecilku mengatakan...

    Lingkungan memang sangat mempengaruhi perkembangan anak.

    Nyach mengatakan...

    @Aina : contoh negatif membuat miris, thanks atas kunjungannya

    @Nurul Imam : saya kira gak kok mas

    @catatan kecilku : iya mbak, Makasih atas kunjungan mbak Reni

    Gaphe mengatakan...

    sebenernya bukan anaknya yang salah.. karena perilaku anak biasanya niru. entah orang tua, lingkungan, temen..

    dan bukan salah ortu juga karena tidak ada buku panduan mutlak untuk mendidik anak.

    jadi salah siapa donk anak jadi begitu?.. hahaha.. yang jelas usahakan yang terbaik buat anak-anak aja deh

    Nurul Imam mengatakan...

    saya merasa belum bisa bahagiain orang tua, juga membalas jasanya meski orang tua tidak mengharapkan jasa timbal balik mas