Oke MMS Headline

Okemms | Oke MMS

Pertanian|Panen padi sistem tanam cara jajar legowo perdana di Kaliasem Kalipare Malang Selatan

Written By Nyach on Selasa, 22 Maret 2011 | 00.08

Mukodimah : Minimnya pengetahuan tentang sistem, membuat saudara-saudara saya sekampung pasrah kepada nasib, kalau hasil pertaniannya tidak sesuai harapan.
Mereka melakukan aktifitas pertanian secara turun temurun dari warisan para orang tua. Dengan adanya gapoktan (gabungan kelopok tani) yang memperkenalkan sistem penanaman padi beberapa anggota Organisasi Kepemudaan Mandiri Makmur Sejahtera (MMS) mulai berinovasi dengan mempraktekan cara tanam jajar legowo yang dikombinasikan dengan sistem tanam SRI (System Of Rice Intensifikation).
Cara tanam padi jajar legowo merupakan salah satu teknik produksi yang memungkinkan tanaman padi dapat menghasilkan produksi yang cukup tinggi serta memberikan kemudahan dalam aplikasi pupuk dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Padi yang merupakan tanaman pangan utama penduduk, sebagian besar diproduksi di lahan sawah. Belum optimalnya produktivitas padi lahan sawah antara lain karena serangan hama, penyakit dan gulma. Melalui perbaikan cara tanam padi dengan sitem jajar legowo diharapkan selain dapat meningkatkan produksi, pengendalian organisme pengganggu dan pemupukan mudah dilakukan.
Pertanian|Panen padi sistem tanam cara jajar legowo perdana di Kaliasem Kalipare Malang Selatan.

Penanaman padi cara jajar legowo yang dilakukan oleh Hendroyono, H. Moh Sajak, Ndari, Suraseno, Akim di dusun Kaliasem Kalipare Malang selatan memetik hasil yang seperti harapan. Hasil yang diperoleh dalam 2 meter persegi adalah sebagai berikut : 8,2 kg di sawah milik Ndari ; 7,8 kg kg di sawah milik Hendroyono ; 7 kg kg di sawah milik H. Moh Sajak dan 3,4 kg kg di sawah milik Suraseno. Hasil ini menunjukkan peningkatan secara signifikan jika dilihat dari panen sebelumya, contoh sawah Hendroyono yang sebelumnya hanya menghasilkan 14 karung, setelah memakai cara tanam jajar legowo mendapatkan hasil panen 20 karung.

Penanaman padi cara jajar legowo yang motori oleh gapoktan desa Kalipare yang diketua H. Moh Sajak ini adalah merupakan penelitian yang ditanam di satu tempat yang saling berdampingan. Obyek penelitian terdiri dari kelompok A, B, C, dimana kelompok A adalah penanaman yang jajar legowonya melintang dari arah aliran air datang, kelompok B adalah penanaman yang jajar legowonya searah dari arah aliran air datang. Karena aliran air datang dari arah selatan ke utara berarti kelompok A jajar legowonya arah barat-timur sedangkan kelompok B jajar legowonya arah selatan-utara. Yang kelompok A adalah sawah milik Hendroyono dan Suraseno sedangkan kelompok B adalah sawah milik HM. Sajak, Akim dan Ndari. " Kelompok A dan B tidak berdampak terhadap hasil panen kecuali sawah milik Suraseno, hal ini dikarenakan terlambatnya dalam penyemprotan hama" , kata ketua gapoktan HM. Sajak.

Sedangkan Kelompok C adalah kelompok kontrol yaitu sawah milik Ngateman, dimana kelompok kontrol ini menggunakan cara tanam konfensional, sedangkan perlakuan diusahakan sama, yaitu mulai pemupukan , penyiangan dan penyemprotan hama penyakit. Hasil dari kelompok C ini adalah 6 kg per 2 meter persegi.

Pertanian|Panen padi sistem tanam cara jajar legowo perdana di Kaliasem Kalipare Malang Selatan.
Apakah penanaman padi cara jajar legowo itu ???

Pengertian

Jajar Legowo 5 : 1 (40 cm x (20 cm x 10 – 15 cm)) adalah salah satu cara tanam pindah sawah yang memberikan ruang (barisan yang tidak ditanami) pada setiap lima barisan tanam, tetapi jarak tanam dalam barisan lebih rapat yaitu 10 cm tergantung dari kesuburan tanahnya.

Pada tanah yang kurang subur kebiasaan petani tanam cara tegel 20 cm x 20 cm, menggunakan jarak tanam dalam barisan 10 cm. Pada tanah dengan kesuburan sedang kebiasaan petani tanam cara tegel 22cm x 22 cm, jarak tanam dalam barisan 12, 5 cm. Pada tanah yang subur 25 cm x 25 cm, jarak tanam dalam barisan 15 cm.

Tujuan
Tujuan dari cara tanam jajar legowo 2 : 1 adalah :
  1. Memamfaatkan radiasi surya bagi tanaman pinggir.
  2. Tanaman relatif aman dari serangan tikus, karena lahan lebih terbuka.
  3. Menekan serangan penyakit karena rendahnya kelembaban dibandingkan dengan cara tanam biasa.
  4. Populasi tanaman bertambah 30 %.
  5. Pemupukan lebih efisien.
  6. Pengendalian hama penyakit dan gulma lebih mudah dilakukan daripada cara tanam biasa.
Teknik Penerapan

a. Pembuatan baris tanam

Lahan sawah yang sudah siap ditanami, 1 – 2 hari sebelum tanam air dibuang sehingga lahan dalam keadaan macak-macak. Tujuan air dihilangkan adalah untuk dapat membentuk garis-garis tanam secara jelas. Dengan menggunakan alat pembuat garis jajar legowo 5 : 1 (Atajale 5 : 1), dibuat garis tanam 40 cm x ( 20 cm x 10 cm) dengan cara menarik atajale pada lahan yang akan ditanami. Arah baris tanam sebaiknya sesuai dengan arah aliran air pegairan.

b. Tanam
Penanam bibit menggukan sistem tanam SRI yaitu bibit padi umur kurang dari 21 hari sebanyak 1-2 bibit ditanam pada perpotongan garis-garis yang terbentuk, dengan cara maju atau mundur sesuai kebiasaan regu tanam.

Teknik Pemeliharaan Tanaman

a. Pemupukan
Pemupukan dilakukan secara alur pada tempat yang berjarak 20 cm dan posisi yang memupuk pada tempat yang berjarak 40 cm. Dengan cara ini hanya 40 % dari lahan yang diberi pupuk dan pupuk terkosentrasi sepanjang tempat yang berjarak 20 cm, serta pupuk lebih dekat denga perakaran sehingga dapat dimamfaatkan oleh tanaman secara maksimal.

b. Penyiangan
Pada cara tanam ini penyiangan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan landak/osrok cukup satu arah yaitu searah dalam barisan dan tidak perlu dipotong sepertimpada cara tanam bujur sangkar (2 arah). Jarak tanam dalam barisan 10 cm tidak perlu dilakukan penyiangan karena gulma akan kalah berkompetisi dengan pertumbuhaan tanaman padi. Dengan cara tanam ini, biaya penyiangan dapat di tekan sampai 50 %.

c. Pengendalian Hama dan Penyakit
Adanya lorong-lorong yang berjarak 40 cm sinar matahari dan sirkulasi udara dapat berjalan optimal dan kelembaban dapat ditekan sehingga perkembangan hama/penyakit dapat diminimalisir. Disamping itu, kegiatan pemamtauan dan pelaksanaan pengendalian penyakit dapat lebih mudah dilaksanakan.

Pertanian|Panen padi sistem tanam cara jajar legowo perdana di Kaliasem Kalipare Malang Selatan.
Akhiru Kalam : Semua adalah merupakan usaha, karena yang diwajibkan menurut agama adalah usaha, sedangkan masalah hasil kita kembalikan kepada taqdir yanga maha kuasa. Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan bisa meningkatkan hasil pertanian, dan bersyukur yang sangat mendalam saya ucapkan karena sekarang beberapa orang sudah mulai menirukan cara tanam jajar legowo dan sistem SRI.

Sumber terkait : http://www.deptan.go.id

13 komentar:

Aris Catatan si Boy mengatakan...

pertamax.......

ane ijin follow sob, follow back sob... no 74 Catatan si Boy

Nyach mengatakan...

@ Mas Aris : Makasih bro, segera ke TKP

Muhammad A Vip mengatakan...

bagus juga ikhtiarnya mas, dunia pertanian butuh inovasi terus menerus biar tidak ditinggalkan anak-anak muda. hidup pertanian.

Nyach mengatakan...

@Mas M A Vip : mohon doanya mas agar sukses

IbuDini mengatakan...

Saya ingin sekali mengolah tanah dari pemberian orang tua...bisa dibilang sudah ada tanaman yang tinggal memetik hasil hanya saja saya kurang telaten dan tak punya keahlian.
Bagaimana mengatasinya pun saya blm tau jadi saat ini saya hanya bisa mengupah orang untuk membersihkan dan membiarkan abang saya memetik hasilnya karna rumah saya jauh dari perkebunan.

smp 3 lembang mengatakan...

Assalamu Alaikum Pak, Saya punya sawah tapi belum pernah saya olah sendiri, setelah membaca ini aku akan coba setelah panen depan untuk bersawah,

Btw untuk daftar isi kalau isi manual bisa repot pak kalau artikel udah ribuan ada scriptnya di guest book kopi saja dan posting


yang smp3lembang.blogspot.com nya diganti dengan url blog bapak , diposting saja pak terimakasih

orange float mengatakan...

saya merasa kasihan jika ada petani yang gagal panen, mereka menanggung rugi sedangkan hidup mereka bergantung pada pertanian

Nurul Imam mengatakan...

Ini nih yang bikin saya berjuang dengan semangat membara
Ikhtiarnya sangat bagus

Miss Nea Muslimovic mengatakan...

hmm..postingan pembelajaran yah..
nice ;)

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
lhoh kaliasem kalipare kan dekat dengan rumah saya di malang hehehe bagus juga memberikan informasi yang sangat bermanfaat .maaf telat ya

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

lengkap amat infonya

omyosa mengatakan...

MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA PANEN TIBA

Petani kita sudah terlanjur memiliki mainset bahwa untuk menghasilkan produk-produk pertanian berarti harus gunakan pupuk dan pestisida kimia.
NPK yang antara lain terdiri dari Urea, TSP dan KCL serta pestisida kimia pengendali hama sudah merupakan kebutuhan rutin para petani kita, dan sudah dilakukan sejak 1967 (masa awal orde baru) hingga sekarang.
Produk hasil pertanian mencapai puncaknya pada tahun 1984 pada saat Indonesia mencapai swasembada beras dan kondisi ini stabil sampai dengan tahun 1990-an. Capaian produksi padi saat itu bisa 6 -- 8 ton/hektar.
Petani kita selanjutnya secara turun temurun beranggapan bahwa yang meningkatkan produksi pertanian mereka adalah Urea, TSP dan KCL, mereka lupa bahwa tanah kita juga butuh unsur hara mikro yang pada umumnya terdapat dalam pupuk kandang atau pupuk hijau yang ada disekitar kita, sementara yang ditambahkan pada setiap awal musim tanam adalah unsur hara makro NPK saja ditambah dengan pengendali hama kimia yang sangat merusak lingkungan dan terutama tanah pertanian mereka semakin rusak, semakin keras dan menjadi tidak subur lagi.
Sawah-sawah kita sejak 1990 hingga sekarang telah mengalami penurunan produksi yang sangat luar biasa dan hasil akhir yang tercatat rata-rata nasional hanya tinggal 3, 8 ton/hektar (statistik nasional 2010).

Tawaran solusi terbaik untuk para petani Indonesia agar mereka bisa tersenyum ketika panen, maka tidak ada jalan lain, perbaiki sistem pertanian mereka, ubah cara bertani mereka, mari kita kembali kealam.

System of Rice Intensification (SRI) yang telah dicanangkan oleh pemerintah (SBY) beberapa tahun yang lalu adalah cara bertani yang ramah lingkungan, kembali kealam, menghasilkan produk yang terbebas dari unsur-unsur kimia berbahaya, kuantitas dan kualitas, serta harga produk juga jauh lebih baik.
SRI sampai kini masih juga belum mendapat respon positif dari para petani kita, karena pada umumnya petani kita beranggapan dan beralasan bahwa walaupun hasilnya sangat menjanjikan, tetapi sangat merepotkan petani dalam proses budidayanya.

Selain itu petani kita sudah terbiasa dan terlanjur termanjakan oleh system olah lahan yang praktis dan serba instan dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sehingga umumnya sangat berat menerima metoda SRI ini.
Mungkin tunggu 5 tahun lagi setelah melihat petani tetangganya berhasil menerapkan metode tersebut.

Kami tawarkan solusi yang lebih praktis yang perlu dipertimbangkan dan sangat mungkin untuk dapat diterima oleh masyarakat petani kita untuk dicoba, yaitu:

"BERTANI DENGAN POLA GABUNGAN SISTEM SRI DIPADUKAN DENGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK AJAIB SO / AVRON / NASA + EFFECTIVE MICROORGANISME 16 PLUS (EM16+), DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO", hasilnya lebih baik, bisa meningkat 1 -- 4 kali disbanding pola bertani biasa.

Cara gabungan ini hasilnya tetap PADI ORGANIK yang ramah lingkungan seperti yang dikehendaki pada pola SRI, tetapi cara pengolahan tanah sawahnya lebih praktis, dan hasilnya bisa meningkat 100% — 400% dibanding pola tanam konvensional seperti sekarang.

Ditunggu komentarnya di omyosa@gmail.com, atau di 02137878827, 081310104072, atau bisa juga komentar langsung di http://frigiddanlemahsahwat.blogspot.com/2011/07/pertanian-pembangunan-pertanian.html

omyosa mengatakan...

MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA PANEN TIBA (lanjutan)

PUPUK ORGANIK AJAIB SO/AVRON/NASA merupakan pupuk organik lengkap yang memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro tanah dengan kandungan asam amino paling tinggi yang penggunaannya sangat mudah,
sedangkan EM16+ merupakan cairan bakteri fermentasi generasi terakhir dari effective microorganism yang sudah sangat dikenal sebagai alat composer terbaik yang mampu mempercepat proses pengomposan dan mampu menyuburkan tanaman dan meremajakan/merehabilitasi tanah rusak akibat penggunan pupuk dan pestisida kimia yang tidak terkendali,
sementara itu yang dimaksud sistem jajar legowo adalah sistem penanaman padi yang diselang legowo/alur/selokan, bisa 2 padi selang 1 legowo atau 4 padi selang 1 legowo dan yang paling penting dalam tani pola gabungan ini adalah relative lebih murah.

CATATAN:
1. Bagi Anda yang bukan petani, tetapi berkeinginan memakmurkan/mensejahterakan petani sekaligus ikut mengurangi tingkat pengangguran dan urbanisasi masyarakat pedesaan, dapat melakukan uji coba secara mandiri system pertanian organik ini pada lahan kecil terbatas di lokasi komunitas petani sebagai contoh (demplot) bagi masyarakat petani dengan tujuan bukan untuk Anda menjadi petani, melainkan untuk meraih tujuan yang lebih besar lagi, yaitu ANDA MENJADI AGEN SOSIAL penyebaran informasi pengembangan system pertanian organik diseluruh wilayah Indonesia.
2. Cara bertani organik tidak saja hanya untuk budidaya tanaman padi sawah, tetapi bisa juga untuk berbagai produk-produk Agro Bisnis yang meliputi pertanian (padi, palawija, buah dan sayuran), perkebunan, perikanan, dan peternakan.

Hasil panen setelah menggunakan Pupuk Ajaib SO
Kesaksian untuk tanaman pertanian tanpa pestisida kimia, dan perangsang tumbuh tambahan lainnya :
* Cabe Organik bias mencapai 6 kg/pohon, dan umur tanaman bisa sampai 3 tahun.
* Padi Organik bias mencapai rata-rata 16—24 ton / hektar.
* Bawang Merah Organik bisa mencapai diatas 24--36 ton / hektar
* Jamur Tiram Organik bisa meningkat 300 % dari biasanya, dan bebas ulat !
* Bawang Daun Organik bisa mencapai rata-rata 1 kg/batang
* Kol Organik bisa mencapai rata-rata 5-8 kg/pohon
* Sawit yg sudah tidak produktif bisa kembali lagi produktif, sedangkan yg diberi pupuk
kimia tidak ada perubahan
Kesaksian untuk hewan dan ikan tanpa vaksin, antibiotik, dan vitamin lainnya :
* Nila 3cm dirawat 2 minggu bisa sebesar umur 2 bulan padahal pakannya hanya
ampas tahu & bekatul.
* Bebek afkir yang biasanya telurnya hanya 10% bisa meningkat jadi 50% lebih.
* Sapi beratnya meningkat di atas 1,5 kg/hari padahal pakannya hanya daun-
daunan saja.
* Broiler bisa panen pada hari ke 28-29 berat 1,5-1,7 kg
* Pembibitan lele angka kematian bisa sampai pada 0%
* Budidaya belut bibit 3 bulan bisa mencapai berat rata-rata 500 gram/ ekor
* Lele 5—7 cm bisa panen dalam waktu 29 hari

Semoga petani kita bisa tersenyum ketika datang musim panen.

AYOOO PARA PETANI DAN SIAPA SAJA YANG PEDULI PETANI!!!! SIAPA YANG AKAN MEMULAI? KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI? KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI?

Anda siap menjadi donatur bagi pekerja sosial agen penyebaran informasi, atau Anda sendiri merangkap sebagai pekerja sosial agen penyebaran informasi itu dilokasi sekitar anda berada, atau pada wilayah yang lebih luas lagi diseluruh Indonesia?

Ditunggu komentarnya di omyosa@gmail.com, atau di 02137878827, 081310104072, atau bisa juga komentar langsung di http://frigiddanlemahsahwat.blogspot.com/2011/07/pertanian-pembangunan-pertanian.html