Oke MMS Headline

Okemms | Oke MMS

Berjajar dengan Hati Legowo

Written By Nyach on Kamis, 03 November 2011 | 21.07

Suasana kawatir menyelimuti hati, melihat para saudara sekampung halaman yang mengalami penurunan hasil panen. Kawatir ?? ngak hanya kawatir tetapi juga kasihan terhadap mereka, yang hanya menggantungkan kebutuhan sehari-hari hanya dari hasil panen itu. Tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari tetapi juga untuk kebutuhan pengolahan tanah. "Bagaimana bisa meningkatkan produksi tani kalau terus terusan begini, tanah pertanian bagaikan kuda sakit yang gak mau jalan meskipun sudah dicambuk dengan pupuk kimia", benakku berbisik. Itu terjadi pada pertengahan tahun 2009, kalau gak salah ketika masa kampanye pemilu legislatif.

Dari hasil baca dan browsing tentang pertanian dan pemberdayaan masyarakat desa timbul sebuah ide, " saudara sekampung perlu sebuah perubahan pemikiran cara bertani". Memang saudara di kampung saya, dalam bertani masih menggunakan cara-cara nenek moyang, secara turun temurun, bahkan mereka tidak sadar kalau tanah yang mereka geluti setiap hari sudah jenuh dengan pupuk kimia. Alhamdulilllah sekarang sudah banyak saudara saya yang menerapkan pemupukan non kimia (pupuk organik), pola tanam SRI, JAJAR LEGOWO, dengan perasaan dan hati legowo pula. Meskipun belum seratus persen berhasil, saya sangat senang tak terkira, oleh karena itu pengalaman pertama saya dalam membentuk organisasi yang bernama "Mandiri Makmur Sejahtera/MMS" itu, saya ceritakan di sini. Sekalian ikut meramaikan GWnya mbak Siti Rasuna Wibawa bertema "Pengalaman Pertama". dalam Blogg Corat Coret Una.
Photobucket

berjajar dengan hati legowo
Berjajar dengan hati legowo, kegiatan MMS Kalipare
Ide untuk membedah pemikiran saudara petani di kampung agar bisa berjajar dengan hati legowo adalah melalui ajang silaturrahmi dan diskusi. Dari omong sana sini akhirnya dapat sambutan dari 3 orang teman yang sekaligus sebagai pendiri organisasi bersama saya. Pertemuan pertama dilaksanakan dengan dihadiri oleh 8 orang saudara sekampung saja ditambah tiga orang teman dari luar daerah yang sebagai pemateri saat itu. Saya dibayangi oleh pikran yang berkecamuk saat itu, "berapa biaya transport pemateri setiap datang", akhirnya walaupun setengah terpaksa saya tanyakan , ternyata jawab pemateri sangat mengejutkan " Bapak-bapak tidak usah kawatir tentang transport karena kami membantu dengan ikhlas untuk menumbuhkan pemberdayaan masyarakat di sini". terus ditambahkan oleh pemateri yang lain " kalau kami datang hanya untuk membedah pemikiran masyarakat, agar masyarakat tidak mudah dikelabuhi baik dalam pertanian atau sharing tentang agama".

Betapa sulitnya membongkar pemikiran masyarakat tentang metode tanam dan pemupukan, karena mereka merasa mempunyai pengalaman bertani lebih lama bahkan turun temurun, seperti ketika dilontarkan metode tanam SRI. Dimana metode tanam SRI adalah menanam hanya 1 atau 2 bibit padi saja dengan mengkondisikan media tanam yang setengah kering, mereka menjawab " gak akan berhasil kalau tanamnya hanya satu atau dua bibit, kalau mati sudah gak ada lagi yang mau tumbuh, beda kalau menanamnya dengan segerombol bibit, kalau mati satu masih ada yang lain". Alhamdulillah setelah ada satu orang yang mau praktik dan diketahui sangat irit bibit dan berhasil cara ini sekarang sudah banyak yang memakai. Sehingga saudara petani hatinya legowo karena bisanya habis benih 1 gembreng (istilah kampung = 12 liter) setelah memakai metode SRI hanya menghabiskan maksimal 5 kg.

Tanggapan masyarakat yang paling pedas komentarnya adalah saat digulirkan metode tanam jajar legowo, " anak muda itu tahunya apa, kalau satu baris tidak ditanami kan rugi. Gimana apa tidak lebih banyak menanam 10 baris padi dari pada 7 baris padi ?". Terasa panas ditelinga dan pikiran, tapi karena menyadari bahwa membawa metode baru sangat berat, kami tidak mau berdebat, apalagi mereka adalah bapak-bapak kami. Beruntunglah sub organisasi MMS yang bernama Karya Maju mendapatkan sedikit bantuan dana untuk mempraktikan metode tanam jajar legowo, sehingga setelah mereka mau mempraktikan metode ini, dan hasilnya sangat menggembirakan. Sekarang sudah bertambah satu demi satu saudara petani di kampung ikut-ikutan menggunakan metode tanam jajar legowo.

Karena keseriusa teman-teman dalam menciptakan inovasi pertanian, kelompok tani kami dipercaya oleh petugas pemerintah sebagai kelompok yang ada kegiatannya, sehingga saat ini sedang menjalankan program membangun lumbung yang sudah 70 % pembangunannya di kampung kami. Alhamdulillah ini berkat saudara-saudara mau duduk bersama untuk bersilaturrahmi dan berdiskusi yang dalam tulisan ini saya sebut berjajar, serta melaksanakan kegiatan dengan kekuatan ikhlas (hati legowo).

Program yang sekarang sedang dilakukan, meskipuan masih tersendat-sendat adalah pengadaan pupuk organik "Bio Urine". Pengadaan yang sekarang sebatas untuk kebutuhan sendiri dan sampel untuk saudara-saudara yang lain, dimana setiap keluarga yang meminta diberi cuma-cuma dengan jumlah maksimal 1 liter. Untuk selanjutnya besar keinginan untuk memproduksi secara masal sehingga ada mesin penambah rizqy untuk saudara-saudara anggota MMS (Mandiri Makmur Sejahtera).

14 komentar:

Nyach mengatakan...

Semogaa menang yaaaa, hehehe mendoakan diri sendiri

Sitti Rasuna Wibawa mengatakan...

Wah kerennn, berkontribusi untuk sekitar.
Sukses ya mas, program dan kontribusinya. Salut!

Terimakasihhh, segera kucatat :)

k[A]z mengatakan...

wah asik nih ikutan give away jugamas.
semogamenangb ya mas.

oh ia salamkenal dari saya.
izin follow,bila berkenan di follow balik ya?

triana ardiani mengatakan...

salut dech.. you are the best.. may .. you are to be a winner. Amin

Nyach mengatakan...

Mbak Una @
makasih-makasih

k[A]z @
makasih sdh follow dan akan terbalas dan salam kenalnya saya terima

triana ardiani @
woookey, amin amin yarobal alamin

Adini mengatakan...

Anak muda selalu di katakan belum berpengalaman dan belum banyak makan asam garam....begitulah jika anak muda memberi masukan atau pendapat yang mungkin bisa merubah dalam lingkungan kita.

Sukses utk kontesnya Om...

@ Warkop Aremania mengatakan...

setiap sy berkunjung blog ini saya pasti ingat kampung halaman kalipare. Kalipare sangat berpotensi dalam hal pertanian dan peternakan, hanya minimnya penyuluhan tentang hal ini agar lebih optimal.

socafahreza's blog mengatakan...

moga menag n tambah sukse :)..

Nyach mengatakan...

@ Warkop Aremania :
sebenarnya banyak para penyuluh pertanian, coba mas ke kantor kecamatan kalipare di ruang belakang nomor 3 dari selatan, selalu memenuhi ruangan yg berukuran 3 x 4 meter itu.
sedangkan kita menunggunya di sawah atau ladang.

socafahreza's blog @
makasih mas sudah berkunjung dan mendoakan, amin

Lina Marliana mengatakan...

ini sih postingan berat banget (berbobot maksudnya)..hehehe semoga sukses mas.. dan menang.. :)

yanuar catur rastafara mengatakan...

mantep gan....terus berkarya untuk masyarakat...

Nyach mengatakan...

Lina Marliana @
makasih mbak, dan amin atas doanya. Tulisan mbak Lina Juga berat banget. eh apa yg dimaksud loadingnya blogg ini. ada saran ?

yanuar catur rastafa @
iya gan, doain berhasil ya. masih banyak yang programyg tersendat sendat

Bang Pendi mengatakan...

untuk mendapatkan hasil yg lebih baik memang patut dirubah pola pikir para petani dalam menanam juga pemupukan tanamannnya. Salut buat bapak yg punya kepedulian untuk itu...

Sang Scooterist mengatakan...

artikel yang bagus dan menarik