Oke MMS Headline

Okemms | Oke MMS

FeedCount

Welcome Guys

Anti Virus Gratis

smadav antivirus indonesia

Click here to open Guest Book

cbox
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Aksi Corat-Coret dan Trek-Trekan untuk Merayakan Kelulusan

Written By Nyach on Senin, 16 Mei 2011 | 19.34

Aksi Corat-Coret dan Trek-Trekan untuk Merayakan Kelulusan
sebagai bahan renungan bersama

Berita-berita di televisi lokal tentang Aksi Corat-Coret dan Trek-Trekan untuk Merayakan Kelulusan SMA/SMK sangat mencengangkan, ada yang jatuh saat dibonceng temannya yang mengendarai motor dengan kencang. Sebagian besar siswa yang melakukan trek-trekan tidak memakai helm sebagai pelindung kepala, atau pakaian yang disarankan agar aman berkendara khususnya motor.


Sebenarnya sah-sah saja melakukan Aksi Corat-Coret dan Trek-Trekan untuk Merayakan Kelulusan, tetapi apakah itu merupakan wujud dari rasa bersyukur atas semua hasil yang diperoleh ?. Bersyukur merupakan wujud dari rasa terimakasih kepada yang kuasa, yang seperti kita pahami bersama bahwa apa yang terjadi merupakan kehendak tuhan, termasuk lulusnya seorang siswa. Apakah tuhan menyukai tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain ???. Apakah tuhan suka dengan tidakan kemubadziran ???. Baju seragam yang masih layak pakai disemprot cat, dicorat coret dengan spidol padahal masih banyak orang yang membutuhkan baju seragam untuk sekolah.


Siapa yang melakukan Aksi Corat-Coret dan Trek-Trekan untuk Merayakan Kelulusan ??.
Untuk menjawab pertanyaan ini, bisa kita bagi menjadi dua kelompok :
KELOMPOK PERTAMA adalah kelompok siswa yang dalam mempersiapkan ujian nasional kurang serius, mereka hanya berharap saat pelaksanaan ujian mendapatkan jawaban dari teman-teman secara langsung atau melalui SMS. Mereka merasa berhasil mengelabuhi pengawas ujian nasional atau merasa berhasil mendapat kesempatan dari pengawas untuk mendapatkan jawaban dari teman. Begitu bangganya atas keberhasilan itu sehingga mereka mempersiapkan aksi merayakan kelulusan yang penuh dengan bahaya dan kemubadziran.


KELOMPOK KEDUA adalah kelompok siswa yang menjunjung tinggi solidaritas sesama teman, mereka merasa tidak enak apabila tidak mengikuti aksi dari teman-temannya untuk mengadakan aksi bahaya dan kemubadziran itu. Mereka merasa senasib sepenanggungan, benarkah ini. Apakah kalau dia tidak lulus teman-temannya juga meminta untuk tidak diluluskan sebagai wujud ikut senasib sepenanggungan ???.


Dari tahun-ketahun Aksi Corat-Coret dan Trek-Trekan untuk Merayakan Kelulusan selalu ada, dari hasil memperhatikan perilaku siswa sejak sebelum, saat dan selesai pelaksanaan UN, siswa yang melakukan Aksi Corat-Coret dan Trek-Trekan untuk Merayakan Kelulusan , paling banyak adalah kelompok pertama. Mereka hanya melanjutkan budaya, siapa yang memulai aksi ini ??? sulit untuk dijawab.


Aksi yang awalnya dilaksanakan oleh siswa-siswa di tahun 90 an ini, terus dilestarikan oleh siswa-siswa di masa sekarang. Para orang tua dan pihak sekolahpun terjadi dua kelompok dalam menanggapi aksi mereka. 

Terserahlah,  semoga tulisan ini patut untuk bahan perenungan, setuju atau tidak , itu tidak penting.
19.34 | 18 komentar | Read More